Kapolri : Ada 24 Jaringan KKB Papua Yang Dipantau Ketat
Bandung, 14 November 2025
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pemantauan terhadap paling tidak 24 jaringan teroris dan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua. Terdapat Sebanyak 1438 personil yang menjadi anggota kelompok kriminal bersenjata ini. Sebanyak 361 senjata api tercatat dimiliki oleh kelompok gerombolan perampok ini.
Pernyataan Kapolri ini disampaikan saat memberikan sambutan dalam acara Syukuran HUT ke-80 Brimob, di Markas Komando Brimob (Brigade Mobil) Polri, di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Jumat (14/11/2025).
"Bahwa kita masih menghadapi ada kelompok KKB yang saat ini jumlahnya juga terus terpantau (ada) 24 jaringan dan ini juga terus bisa bertambah," kata Sigit
Jumlah itu, menurut Kapolri berpotensi terus bertambah seiring dinamika keamanan di wilayah tersebut.
"Demikian juga kelompok KKB yang hampir di setiap provinsi (Di Papua, Red) ada dan terdeteksi, dan mereka menjadi bagian yang selalu mengarahkan terkait dengan kemerdekaan ataupun referendum," lanjut Kapolri.
Listyo juga menegaskan bahwa Korps Brimob memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama melalui keterlibatan dalam Satgas Operasi Damai Cartenz.
Kapolri meminta agar personel Brimob memiliki kesiapan ganda, berupa kemampuan pendekatan keras atau hard approach, seperti taktik pertempuran di hutan, serta pendekatan lunak atau soft approach melalui pendekatan kemanusiaan.
“Rekan-rekan tentunya harus selalu memiliki kemampuan baik yang bersifat hard approach, kemampuan untuk berperang di dalam hutan, namun juga rekan-rekan harus memiliki kemampuan soft approach sehingga pendekatan-pendekatan kemanusiaan juga terus kita lakukan," jelasnya.
Menurut Kapolri, pendekatan kemanusiaan yang dilakukan akan melibatkan tokoh daerah, tokoh agama, dan tokoh adat.
Pendekatan yang seimbang itu, lanjutnya, penting untuk menekan potensi korban di lapangan sekaligus membangun kepercayaan masyarakat.
Selain itu, Kapolri juga menyinggung soal penambahan personel di daerah otonomi baru (DOB) di Papua pasca pelaksanaan Pilkada dan pelantikan para pejabat daerah.
Kapolri meminta jajarannya melakukan evaluasi kebutuhan secara berkala.
“Tolong untuk terus dilakukan evaluasi terkait dengan kebutuhan yang ada sehingga kita betul-betul bisa memberikan personel yang optimal, khususnya di wilayah-wilayah baru yang tentunya juga memiliki karakteristik kerawanan tersendiri," kata Kapolri (Vijay)
