Giordano Bruno : Ketika Kebenaran Dihajar Dengan Tangan Kekuasaan Buta
Bandung, Informatika News Line, 20/01/2026
Sejarah
mencatat dengan tinta darah dan kesedihan. Ketika kekuasaan
mencengkeram masyarakat dengan kebenaran ilutif yang didukung oleh
sistem yang kuat tanpa unsur korektif.
Eropa salah satu tanah
yang mencatat betapa banyak nya pembunuhan yang dilakukan kepada para
pejuang kebenaran di tengah-tengah masyarakat. Ketika dogma agama
berkoalisi dengan kekuatan politik pemerintahan yang koruptif, dan habis
habisan mempertahankan kekuasaan tanpa pandang bulu, tanpa
memperhatikan kebenaran dan bahkan suara rakyat.
Kebenaran
adalah di pihak ku. Dan mereka yang berbeda dengan ku maka dia harus
dihapuskan dan dihancurkan. Aku adalah pihak yang paling benar dan tidak
bersalah sama sekali. Mereka yang menganggap ku salah dan memberikan
ide tentang kebenaran yang tidak kusetujui, harus di singkirkan.
Giordano
Bruno adalah salah satu korban tewas yang dihakimi oleh pemerintah, dan
para pengelola gereja, serta massa pendukung nya yang tak peduli pada
akal sehat. Hanya percaya pada dogma dan pembatasan kebebasan berpikir
dan berekspresi.
Pada tahun 1600, Giordano Bruno—seorang filsuf
dan visioner Italia—dihukum mati bukan karena aktivitas politik, atau
kekerasan fisik menentang politik atau pengkhianatan negara yang dia
lakukan.
Bruno melakukan kesalahan fatal, hanya karena berpikir
bebas dengan kreativitas tinggi, yang terlalu maju untuk zamannya.
Pemerintah yang merasa paling benar, pengelola Gereja yang merasa paling
sah mendapatkan posisi syurga, dan massa pendukung gila kekuasaan yang
tak pernah membiarkan pemikiran bebas, tak pernah menghargai apapun yang
berbeda dengan mereka.
Bruno percaya dan menyatakan bahwa
bintang-bintang di langit malam bukan hanya cahaya jauh, tapi sebenarnya
adalah matahari lain, seperti matahari milik planet Bumi. Masing-masing
bintang itu, dikelilingi planet-planet, yang mungkin bahkan dengan
masing-masing nya memiliki kehidupan, extra terestrial.
Bruno
berkhotbah tentang alam semesta, kosmos yang tak terbatas. Kosmos yang
jauh lebih besar daripada definisi alam semesta, yang pemahanmya bahkan
dengan konyol, dikontrol ketat oleh Gereja.
Yang dilakukan oleh
Bruno itu sangat lah sederhana. Bruno menceritakan tentang konsep bahwa
bintang di langit itu juga matahari seperti matahari milik planet Bumi.
Bruno
tidak melakukan pidato politik melawan atau mengkritik pemerintah yang
sedang berkuasa. Atau menyerang Kredo Gereja dan mengenalkan konsep
beragama bid'ah atau sesat.
Penjelasan Bruno, tidak dilengkapi
dengan teloskop, tidak memiliki bukti ilmiah, hanya dengan penjelasan
akal dan proses imajinasi
Akan tetapi memang yang disampaikan
oleh Bruno saat itu, dengan berani, tanpa tedheng Aling-aling, menantang
fondasi kebenaran yang saat itu diterima secara luas.
Masyarakat umum Italia percaya bahwa kebenaran itu seperti yang disampaikan oleh Gereja dan pemerintah.
Bahwa
matahari milik planet Bumi itu, tak ada lagi yang menyamainya. Susunan
tata Surya itu memang khusus dimiliki oleh Bumi saja. Dibuat sangat
istimewa dan khusus hanya untuk di Bumi saja. Tak ada yang lain. Manusia
adalah satu satunya makhluk di alam semesta, yang paling hebat, paling
mulia, tak ada konsep matahari-matahari lain dan susunan planet planet
yang mengelilingi nya, seperti yang ada di tata Surya kita. Susunan itu
memang dibuat istimewa hanya untuk manusia di Bumi saja, tidak akan
ditemui di pusat alam semesta, Bumi yang diyakini oleh masyarakat,
gereja, dan pemerintah. Bumi adalah pusat alam semesta, yang lain yang
ada di langit berpusat hanya pada Bumi saja.
Ini semua hanya
satu-satunya yang diciptakan untuk manusia saja, karena manusia adalah
makhluk satu-satunya yang paling mulia tak ada yang lain. Padahal
disamping manusia masih ada jutaan jenis makhluk lain yang ada di muka
Bumi. Ada kambing, harimau, semut, kucing, tanaman pepaya, dan bahkan
beringin. Semua makhluk yang lain tak ada gunanya, hanya manusia saja
yang berguna. Begitu kepercayaan masyarakat, gereja dan juga pemerintah
saat itu.
Bruno pun ditangkap. Tak hanya ditangkap, Bruno
kemudian dipenjara selama delapan tahun. Padahal hanya menyampaikan
sebuah pemikiran yang berbeda saja, tidak menentang pemerintah, tidak
mengajak protes dan demo, apalagi berbuat anarkis. Bahkan tanpa
perbuatan seperti itu, Bruno dikejar dan ditangkap. Lalu Bruno dituduh
heretik.
Heretik sediri adalah sebutan untuk seseorang yang
keyakinan atau ajarannya menyimpang dari doktrin resmi suatu agama atau
kelompok yang mapan, menentang pandangan ortodoks, dan dianggap sesat
atau bid'ah oleh pengikut ajaran yang benar tersebut. Heretik juga bisa
dilekatkan pada orang yang menentang opini umum atau standar yang
diterima oleh umum.
Mereka yang heretik ini dituduh berada dalam
penyimpangan Keyakinan. Memiliki pandangan atau ajaran yang
bertentangan dengan prinsip dasar agama atau keyakinan mayoritas.
Heretik juga menentang otoritas yang seringkali diarahkan pada kegiatan
menantang ajaran tokoh agama atau otoritas gereja. Dalam konteks agama,
heretik sering disebut juga sebagai "bid'ah" dan bisa berujung pada hal
yang fatal. Istilah heretik juga digunakan dalam konteks non-agama, bisa
juga digunakan secara kiasan, untuk ilmuwan atau pemikir yang idenya
radikal, dan menentang keyakinan yang sudah mapan.
Begitulah yang
terjadi pada Bruno. Ditudih heretik, lalu ditelanjangi, diarak di
jalan, dan kemudian akhirnya dibakar hidup-hidup di Campo de' Fiori,
Roma.
Padahal tidak ada kejahatan, atau mungkin penghasutan
politik yang dilakukan. Kejahatan sebenarnya yang dianggap dilakukan
oleh Bruno adalah Berpikir bebas, out of the box. Bertanya dengan kritis
pada pemegang otoritas. Mencoba meluaskan pemikiran mengembangkan
imajinasi ke batas yang tak hingga.
Saat ini pada jaman ini, 400
tahun kemudian, sains berhasil mebuktikan bahwa apa yang dikatakan oleh
Bruno adalah benar. Bintang-bintang adalah matahari lain yang seperti
Matahari Bumi kita. Ada juga konsep eksoplanet, dan alam semesta saat
ini, diketahui jauh lebih luas dan besar dibandingkan apa yang ada di
kepala orang pada 400 tahun yang lalu.
Bahkan banyak sekali
fenomena aneh yang ditemukan di alam semesta. Jauh lebih rumit dan
kompleks dari yang bisa dibayangkan, bahkan oleh Bruno sendiri, jika dia
masih hidup sampai saat ini. Perjalanan hidup tragis, Bruno, bukan
hanya sejarah saja yang berlalu begitu saja. Akan tetapi catatan tinta
darah dan pembantaian Bruno itu sebenarnya adalah peringatan penting.
Ketika
kekuasaan takut pada ide apapun, maka kekuasaan itu akan mencoba
menghancurkan ide apapun yang bertentangan dengan kekuasaan itu. Akan
tetapi, apapun yang terjadi. Al Haq kebenaran selalu bersinar bercahaya
seperti bintang di langit. Selalu setia muncul di malam hari, selalu
bertahan dalam kebenaran yang tak terbantahkan. Bruno layak dihormati,
bukan sebagai heretik, tapi sebagai martir pejuang rasa keingintahuan
kosmik dan simbol kebebasan dalam mengejar kebenaran. Wallahu a'lam
bissowwab. (GIW)
