Pius Budi Hermanto : Melindungi UMKM UTJ Dari Pungli Oknum Berseragam Negara
Sidoarjo, 4/03/2026
Pius
Budi Hermanto, Ketua Asosiasi UTJ (Unggul Terampil Jaya) Sidoarjo,
berkesempatan bertemu dengan Informatika News Line pada Rabu (04/03)
sore lalu, menjelang berbuka puasa, di bilangan Kompleks Cendekia
Sidoarjo Kota.
"Tidak mudah menjalankan usaha itu... butuh kerja
keras dan semangat yang tinggi...." kata Pius memulai perbincangannya
dengan Informatika News Line.
Menurut Pius, perlindungan yang lebih komprehensif, perlu dilakukan oleh negara kepada para pengusaha UMKM. Karena sepanjang sejarah perjalanan organisasi UTJ, Pius mencatat tidak sedikit para pengusaha kecil ini, yang justru menjadi sapi perahan, para oknun berseragam mengatas-namakan negara. Bukannya dibantu akan tetapi malah dicari-cari kesalahannya untuk nanti bisa dimintai uang pungli (pungutan liar) dengan alasan hukum, atau alasan lain yang dibuat-buat.
"Negara perlu memberikan perlindungan yang lebih kepada usaha kecil ini ,,,agar tidak dijadikan sapi perahan ilegal seperti ini....yang seharusnya melindungi malah menjadi yang memeras usaha kecil yang tidak seberapa keuntungannya..."
Pius bercerita, beberapa anggota asosiasinya, tak jarang mendapatkan gangguan, dari oknum berseragam tersebut. Bahkan ada anggota UMKM yang disabilitas pun tega-teganya dikerjain dimintai uang dengan gaya pendekatan preman. Tiba-tiba ditangkap, dan dimintai uang oleh oknum berseragam. Ada yang barang dagangannya dicegat di jalan saat proses pengiriman. Lalu tiba-tiba dimintai SNI (Standar Nasional Indonesia) dengan paksa, oleh oknum berseragam. Kalau tidak membayar dengan sejumlah uang senilai belasan juta akan terancam dipenjara.
" Mana SNI nya ini ...kenapa tidak ada SNI nya ? "
" Masak jualan krupuk dimintai SNI ?"
"Organisasi kita, UTJ bekerjasama dengan lawyer ahli hukum, untuk melindungi anggota kita," Kata Pius melanjutkan cerita serunya.
"Saya minta bantuan Cak Soleh, untuk membantu anggota UTJ, yang dipersulit, oleh oknum-oknum berseragam, yang mengatasnamakan negara, dalam melakukan tindakan tidak terpujinya... Begitu tahu lawyer kita Cak Soleh, para oknum yang tadinya bengis meminta uang pungli ini jadi lebih turun tekanan nya kepada anggota..."
Pius Budi juga menyampaikan bahwa secara organisasi, Asosiasi UTJ, yang sudah berdiri selama 5 tahun ini, bisa menjadi salah contoh organisasi perkumpulan UMKM lain, bisa mejadi contoh organisasi pengelola UMKM lain. UTJ tidak memberatkan anggotanya dengan berbagai macam kewajiban, iuran keuangan dan lain sebagainya.
Bahkan UTJ juga memberikan kesempatan bagi seluruh anggotanya, untuk bisa berkembang lebih baik. Salah satu nya kegiatan yang dilakukan Rabu sore ini, di salah satu lokasi cafe, di dekat kompleks pusat kegiatan bisnis, RSUD Sidoarjo Notopuro, Pasar Larangan, dan Kampus Umsida (Universitas Muhammadiyah Sidoarjo).
***
Dalam pertemuan kali ini, sebuah kelompok bisnis marketing digital, Jawa Timur memperkenalkan skema bisnis marketing digital yang saat ini sedang trend berkembang secara global.
Produk marketing SnapBoost, yang memberikan pendapatan, kepada para anggotanya hanya dengan memberikan respons minimal pada media sosial yang menarik. Dengan merespons pada karya kreator di media sosial para anggota akan dibayar. Sistem Snapboost diperkenalkan oleh para penggiat di tingkat Provinsi.
Baca Juga :
LAPORAN KHUSUS SNAPBOOST : HASIL ANALISIS APLIKASI DAN SKEMA BISNIS, MEMAKAI SKEMA PONZI ?
Asih Pudjiastuti, adalah salah satu, pemrasaran yang hadir memperkenalkan produk Snapboost yang menurut Asih, bisa memberikan keuntungan cukup besar bagi para anggotanya.
Kepada Informatika News Line, Asih Pudjiastuti menyatakan bahwa pimpinan tingkat Regional dari Snap Boost bahkan berencana akan membuka kantor perusahaan di Surabaya.
"Setelah mendapatkan dukungan ijin resmi dari OJK, kantor untuk wilayah Jawa Timur ini akan dibuka di Surabaya... Ini rencana dalam jangka waktu dekat dari Malaysia..." Kata Asih menceritakan rencana pimpinan Regional Snapboost membuka kantor di Surabaya.
Menurut Asih saat ini anggota Snapboost tersebar di seluruh kota-kota di Jawa Timur. Jember, Kota Malang, Madiun, Surabaya adalah kota-kota yang sudah memiliki anggota Snap boost yang cukup banyak.
"Ada anggota kita yang bahkan sudah bisa mendapatkan dana sebesar 30 juta rupiah per hari...dari keanggotaan Snap Boost ini..." kata Asih.
Snapboost, merupakan skema bisnis, yang sudah terkenal di sejumlah negara. Indonesia sendiri menurut catatan, menjadi negara ketujuh yang ikut menerima pengembangan bisnis Snapboost. Sebelumnya Snapboost dikatakan sudah beroperasi di enam negara yaitu Amerika, Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina, bahkan beberapa referensi menyatakan bahwa Snapboost sudah beroperasi sejak tahun 2019.
Pengenalan Skema bisnis marketing oleh Snap Boost Jawa Timur ini tak pelak mengundang pertanyaan kritis dari para anggota UTJ.
"Bagaimana cara ikutnya ? Mahal enggak ?"
"Ini legalitas nya bagaimana ?"
Sejumlah pertanyaan seru, diajukan oleh anggota UTJ, untuk membedah keamanan skema marketing on line, yang ditawarkan oleh Snap Boost ini. Rio Travel adalah salah satu peserta yang bertanya dengan sangat detail, tentang keamanan model marketing bisnis ini.
"Saya
terbiasa menjalani dunia usaha dengan bekerja keras, meminjamkan mobil
untuk instansi pemerintah. Tidak biasa dengan pekerjaan gaya seperti
ini... Kalau aspek legalnya bisnis Snap boost ini bagaimana ya ?" tanya
Rio Travel kepada pemrasaran dan kemudian menengok kepada Informatika
News Line.
"Kalau menurut sampean bagaimana ? Skema bisnis ini " tanya Rio Travel kepada Informatika News Line. (MIG)





