Subandi, Plt Bupati Sidoarjo : Berobat Gratis, Beras Gratis, Sekolah Gratis, Bantuan Modal Gratis, Cukup Pakai KTP Sidoarjo Saja
Subandi Perkuat KTP Sidoarjo, Menjadi Semakin Multifungsi "Cukup pakai KTP Sidoarjo saja gak usah bawa-bawa kartu BPJS, gak usah bawa SKTM kemana-mana, gak usah bawa ini itu apapun juga, Cukup Gunakan KTP Sidoarjo saja...."
Sidoarjo, Informatika News Line (19/06/2024)
Warga Kabupaten Sidoarjo bertambah indeks kebahagiaan nya. Sekarang warga Kabupaten kaya raya di Jawa Timur itu bisa mendapatkan beragam layanan luar biasa hanya dengan KTP Sidoarjo mereka.
Plt Bupati Sidoarjo, H. Subandi, S.H. M.Kn. menyampaikan pesan penting ke seluruh warga Sidoarjo, Rabu (19/06).
"Warga Sidoarjo gak perlu bawa kartu lain-lain, cukup KTP Sidoarjo saja...yang tidak punya BPJS gimana ? Gak usah takut, langsung saja ke Puskesmas, nanti akan diurus kan Semua nya.." kata Subandi di Balai Desa Tropodo, Rabu (19/06).
Konsep layanan luar biasa KTP Sidoarjo oleh Plt Bupati Sidoarjo Subandi ini memangkas habis sejumlah sekat birokrasi yang selama ini membayangi para pemilik KTP di Republik.
Berikut adalah deretan sekat Birokrasi berbelit yang selama ini menyusahkan rakyat
Keruwetan Birokrasi yang pertama adalah benang kusut di BPJS kesehatan.
Mengurus layanan kesehatan memakai kartu BPJS kesehatan, luar biasa rumit buat warga.
Selama ini warga selalu mengeluhkan berbelitnya pengurusan BPJS, akan tetapi lembaga pemerintah yang mengelola layanan nya tak pernah mau tahu kesulitan yang dialami masyarakat.
Orang sakit yang tidak memiliki BPJS Kesehatan, tidak akan pernah dilayani sampai mereka mengurus kartu BPJS. Sakit adalah hal kedua, kartu BPJS Kesehatan yang pertama. Tak punya BPJS kesehatan, maka sakit dan mati sajalah, karena fasilitas kesehatan tak akan pernah melayani yang tak punya BPJS Kesehatan. Kejam.
Mengurus surat miskin, tidak mampu di desa kelurahan adalah neraka Birokrasi yang kedua. Masyarakat miskin di "kuyo kuyo" * saat mengurus SKTM. Oknum petugas yang mengurus SKTM, membola pingpong kan masyarakat sekehendak hati mereka. Lempar sana lempar sini, tak pernah memikirkan betapa sengsaranya para warga miskin.
SKTM yang digunakan untuk membantu masyarakat miskin, malah membuat neraka baru buat warga.
"Mengurus SKTM itu kan mudah...gak sulit kok.." kata salah satu pelayan pengurusan SKTM kepada Informatika News Line.
Gak sulit bagaimana ? Orang dipingpong sana sini kok dibilang mudah. Para oknum pelayan SKTM tak pernah merasakan betapa mengurus SKTM itu adalah neraka.
SKTM yang luar biasa sulit ini digunakan untuk mengurus sekolah, mengurus KIP, mengurus jatah beras untuk orang miskin, dan banyak layanan pemerintah lainnya.
Dibuat sulit dan berbelit agar masyarakat memberikan seketip dua ketip amplop uang pungli buat para oknum pengurus SKTM.
****
Semua bundel ruwet Birokrasi itu sekarang dihapus total oleh Plt. Bupati Sidoarjo, Subandi.
"Jangan sampai masyarakat yang sudah sulit ini malah ditambah sulit lagi ..." Kata Subandi.
" Laporkan langsung kepada saya, kepada Pemkab Sidoarjo kalau ada masyarakat yang miskin ... langsung kita bantu.."
" Yang rumahnya mau roboh atau dalam kondisi parah...kita bantu langsung..." Kata Subandi.
"Yang sakit ..langsung ke Puskesmas, atau ke Rumah Sakit Sibar... Gak punya BPJS ?... Cukup tunjukkan KTP Sidoarjo saja...semua akan dilayani...gak perlu banyak banyak bawa kartu ini itu ke sana sini..."
" Gak usah memakai SKTM segala macam, cukup KTP saja..."
Bukan hanya itu, Subandi bahkan merombak besar -besaran, skema akses modal bagi warga Sidoarjo.
" Saya minta maaf Program Kurma yang selama ini diberikan kepada masyarakat sekarang akan dihentikan..."
Subandi menyampaikan bahwa program Kurma yang selama ini diberikan oleh Pemkab berupa uang jutaan rupiah kepada masyarakat itu rentan dengan penyalah gunaan.
" Harus nya dapat 5 juta .. kenapa ini kok dipotong sama dana pendampingan lah, dana ini itu, sehingga uang 5 juta ini bahkan tidak diterima utuh oleh masyarakat...saya tahu penyelewengan penyelewengan ini...malah ada yang harus nya dapat uang dari Pemkab malah gak dapat sepeserpun...."
Subandi menyampaikan bahwa konsep bantuan kepada masyarakat itu sekarang dibuat lebih baik oleh Pemerintah Kabupaten.
"Hanya ada bunga 0,2 % kecil sekali itu, masyarakat UMKM, bisa mengajukan kepada Bank Delta Artha Pemkab Sidoarjo...akan menggantikan Kurma.."
" hanya perlu membayar bunga 2 ribu rupiah per tahun untuk pinjaman 1 juta rupiah .. ringan ...lebih ringan dan lebih baik dari Kurma yang potongan tidak jelasnya bahkan sangat besar..."
Dan akses permodalan buat warga Sidoarjo dengan skema dana bergulir UMKM tersebut juga cukup diakses dengan KTP Sidoarjo juga.
Pesan Subandi yang disampaikan saat pembagian beras di Balai Desa Tropodo itu disambut tepuk tangan puluhan penerima beras gratis bantuan pemerintah. Pemerintah menggelontorkan beras 92 ribu ton lebih untuk membantu masyarakat kurang mampu.
" Itu beras untuk dikonsumsi di rumah, jangan dimampir kan ke toko...untuk dijual ya bapak Ibu ." Kata Subandi sambil tersenyum bercanda.
Pasalnya banyak juga oknum yang mengaku miskin dan mendapatkan beras bantuan, tapi kemudian beras tersebut malah dijual ke toko untuk mendapatkan uang, bukan untuk kebutuhan makan.
"Laporkan ke saya kalau ada penyelewengan tersebut..." Kata Subandi.
* Dikuyo kuyo adalah kosa kata bahasa Yogyakarta, yang maknanya dipersulit, dibuat sulit
